17.44 WIB: Jokowi memberi orasi buat para pendukungnya di Tugu Proklamasi. Berikut pernyataannya secara lengkap:
“Dari
hasil quick count lembaga yang credible, terbiasa dengan hasil-hasil
yang akurat. CSIS 52-48, Litbang Kompas 52,3-47,6, dari SMRC 52,8-47,2,
dari Indikator 52,6-47,3, RRI 52,5-47,5, LSI 53,3-46,7. Mereka sudah
terbiasa dengan survei dan hasil yang sangat akurat dan diterima oleh
semua pihak. Oleh sebab itu, hari ini arah baru Indonesia telah
ditentukan oleh rakyat. Kita semua ingin Indonesia yang lebih baik,
rakyatnya sehat, pintar, beradab, sejahtera, berkeadilan, dan hari ini
sejarah baru telah dibuat. Inilah sebuah babak baru Indonesia. Dan ingin
saya tegaskan bahwa kemenangan yang telah disampaikan oleh hasil quick
count, bukan kemenangan Jokowi-JK, tim sukses, partai, tapi kemenangan
seluruh rakyat Indonesia. Sekali lagi ini adalah kemenangan seluruh
rakyat Indonesia.”
“Kemenangan rakyat yang sesungguhnya karena
partisipasi, bukan mobilisasi. Rakyat yang sudah sadar akan hak dan
kewajiban, bukan intimidasi. Rakyat yang setiap saat bekerja siang malam
karena ikhlas, bukan atas iming-iming jabatan.”
“Tugas yang
lebih penting setelah pilpres selesai, melayani rakyat, menggerakkan
seluruh komponen untuk memenuhi keadilan. Dari pihak manapun bersatupadu
membuat Indonesia yang lebih baik.”
“Tugas kita adalah mengawal
pemilu hari ini. Ini perlu saya ulang. Tugas kita sekarang adalah
mengawal hasil pemilu hari ini sampai menjadi hasil resmi KPU agar
penghitungan suara berjalan dengan benar dan jujur.”
“Jangan
sesekali mencemari ketulusan suara rakyat dalam pemungutan suara hari
ini. Saya mengapresiasi Prabowo-Hatta yang sudah berkontribusi terhadap
demokrasi di Indonesia.”
“Bapak berdua adalah negarawan, patriot,
pecinta dan pejuang indonesia, saya akan terus menghormati bapak
berdua. Saya yakin eduanya akan terus mengabdi pada rakyat Indonesia.
Terakhir, saya ingin mengapresiasi Bapak Presiden SBY yang telah
mengawal, memimpin pilpres berjalan dengan sangat baik hingga sampai
hari ini.”
17.13 WIB: Pernyataan dari Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djoko Suyanto.
“Realitas
hasil hitungan cepat terbagi jadi dua. Ada lembaga survei yang
menyatakan capres nomor satu pemenangnya, ada juga lembaga-lembaga yang
menyatakan capres nomor dua pemenangnya. Ibu Megawati dan Prabowo juga
sudah menyampaikan konferensi pers menyatakan kemenangannya. Atmosfer,
temperatur, dan tensi-tensi politik selama enam bulan ini harus segera
diakhiri. Keadaan sehari-hari harus damai, jauh dari debat, polemik, adu
statement. Perlu menjauhi tindakan yang tidak bermanfaat buat kehidupan
bernegara kita. Adanya double claim disampaikan ke publik harus kita
cermati dan antisipasi agar tidak terjadi hak-hak yang tidak kita
inginkan, yang masyarakat besar tidak kita inginkan.”
“Masing-masing
kubu capres hendaknya dapat menahan diri agar tidak melakukan
pernyataan-pernyataan dan tindakan yang tidak perlu, provokatif yang
justru kontraproduktif terhadap situasi bersama. Aman, damai,
melanjutkan proses demokrasi yang sedang berlanjut.”
“Hasil
hitung cepat bukan hasil resmi. Hasil resmi hanya akan disampaikan KPU
pada 22 Juli mendatang. Pendukung capres, terkait terbelahnya hasil
hitung cepat, kedua kubu diminta tidak mengerahkan pendukungnya ke
jalan-jalan berlebihan untuk menghindari gesekan. Peran koordinator
lapangan sangat penting dalam menjaga situasi keamanan, ketertiban, agar
masyarakat dapat melakukan aktivitasnya dengan aman dan nyaman.”
“Menanggapi
hasil sementara ini dengan bijak, kepala dingin, tidak menentang
nilai-nilai demokrasi. Kebebasan harus berpedoman pada ketaatan, hukum
yang berlaku. Hindarilah tindakan anarkis, merusak, kekerasan
horizontal, karena ini melawan hukum. Satu-satunya jawaban terhadap
tindakan melawan hukum adalah penegakan hukum.”
“Kepada seluruh
penegak hukum, TNI dan Polri, harus siaga satu dan waspada untuk menjaga
keamanan dan ketertiban masyarakat besar. Tetap melaksanaan deteksi,
pengindraan dini dan aksi dini untuk mencegah tindakan yang
kontraproduktif terhadap demokrasi, seperti kekerasan satu sama lain,
pembakaran, merusak. Yang rugi adalah kita semua, bangsa Indonesia,
masyarakat yang jauh lebih besar.”
“Pada tim
sukses, pendukung, agar saling menjaga diri dan tidak terpancing
terhadap provokasi yang ada. Keduanya harus ikut membawa situasi jadi
sejuk, aman dan damai. Keduanya harus menghindari perselisihan. Semua
itu sudah berlalu, mari kita menunggu hasil resmi KPU pada 22 Juli. Mari
kita rajut lagi persaudaraan, persahabatan, yang selama ini kita
rasakan sangat dinamis.“
16.55 WIB: Presiden SBY pun mengomentari soal klaim kemenangan dua capres-cawapres. Berikut kutipannya:
“Jangan
sampai gerakan-gerakan yang sangat rawan di lapangan akan konflik
horizontal. Pemimpin dan elite politik bisa memimpin pendukungnya,
menahan diri sampai segala sesuatunya menjadi terang. Apa setelah
dikonsolidasikan semua penghitungan cepat, kedua pihak sepakat, seperti
apa hasilnya. Jika belum dicapai, maka KPU akan menetapkan hasil pilpres
agar dijadikan pedoman. Karena kedua pihak mengklaim kemenangan, bisa
menahan diri dulu. Kepada rakyat Indonesia yang selama ini telah
menunjukkan sikap dan perilaku politiknya yang baik, yang sabar, yang
berpartisipasi dengan tetap, saya sangat berharap saudara-saudara yang
menjadi benteng, agar menahan diri agar tidak ada apapun.”
“Agar
tidak ada bentrokan, sesuatu yang menganggu keamanan masyarakat. Saya
sudah menginstruksikan kepada Polri dan TNI agar menjaga situasi yang
aman dan damai ini. Sementara, seperti apa hasil yang benar terhadap
pilpres, selain perbedaan hitung cepat pilpres, harapan saya tidak ada
perbedaan yang mendasar, dan KPU bisa kita jadikan rujukan yang utama.
Selamat atas pemungutan suaranya yang damai. Masih ada hari-hari
mendatang yang kita harus mengelolanya dengan baik. Di samping pemilu
berlangsung demokratis, keamanan negara kita tetap terjaga. Itulah
ajakan, seruan saya, bukan hanya capres-cawapres dan pendukungnya, tapi
semua pihak yang menjaga situasi baik seperti ini.”
16.27 WIB: Fadli
Zon di TV One mewaspadai adanya manipulasi IT. Ia menyebut dalam
beberapa hari terakhir ada upaya meretas berbagai situs dengan kampanye
hitam terhadap Prabowo Subianto. Selain itu, ia juga mengingatkan server
KPU yang sempat down. Fadli Zon meminta jangan ada provokasi dengan
penurunan massa, alasannya, ia akan sulit mengendalikan massa pendukung
Prabowo-Hatta.
15.38 WIB: Prabowo memberi
pernyataan di TVOne. “Kami memantau keterangan-keterangan yang masuk
dari quick count berbagai lembaga survei dan dari lembaga-lembaga survei
yang kami gunakan sebagai acuan, kita bersyukur bahwa dari semua
keterangan yang masuk menunjukkan bahwa kami pasangan nomor 1 mendapat
dukungan dan mandat dari rakyat Indonesia. Untuk itu, kami dari Koalisi
Merah Putih menyampaikan terima kasih oada rakyat Indonesia buat seluruh
kepercayaan yang diberikan untuk Koalisi Merah Putih. Kami memang
menunggu sampai data masuk, setelah 90% masuk, baru kami
mendeklarasikan. Kami meminta kepada seluruh anggota pendukung Koalisi
Merah Putih dan seluruh rakyat Indonesia untuk mengawal dan menjaga
kemenangan ini sampai perhitungan resmi selesai dari petugas-petugas KPU
dan penetapan dari KPU Pusat. Demikian dan terima kasih.”
14.39 WIB: Data
hitung cepat versi CSIS Indonesia. Data masuk 90.30% PrabowoHatta 47.8%
JokowiJK 52.2%. Data terbaru dari Saiful Mujani Research Consulting,
dengan 77,45% data masuk, Jokowi-JK mendapat 52,99% dan Prabowo-Hatta di
47.01%.
14.37 WIB: Pernyataan dari Jusuf Kalla.
“Versi
quick count, namun berdasarkan pengalaman pemilu legislatif lalu,
bedanya real count 0,0, jadi hampir bisa dipastikan. Sebagaimana apa
yang kami sampaikan dalam kampanye sebulan penuh, kami berjanji membuat
bangsa lebih maju, lebih hebat. Pada generasi muda, pemilih pemula,
tanpa dukungan luar biasa tentu sulit sekali memenangkan pertarungan
ini. Pertama kali terjadi, head-to-head, dukungan masyarakat penuh
sangat memberikan bantuan luar biasa. Kita mungkin berbeda pandangan,
pilihan, hari ini selesai. Kepada Prabowo dan Hatta Rajasa, kami ingin
menyampaikan rasa bahagia, kita tetap bersaudara, kita bangsa Indonesia
yang baik, duduk bersama menyelesaikan masalah bangsa.”
14.33 WIB: Jokowi memberikan pernyataannya.
“Terima
kasih kepada rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Terima kasih
buat relawan, dari Sabang sampai Merauke. Terima kasih buat Partai
Nasdem, PKB, Hanura, PKPI, yang sudah bekerja keras bahu membahu, pagi,
siang dan malam. Kita patut bersyukur karena berdasarkan pengumuman
quick count menunjukkan bahwa Jokowi-JK di titik penghitungan menang.
Saya kira saatnya kita semua mengawal hasil rekapitulasi baik di KPUD
maupun KPU agar semua berjalan bersih, jujur, tidak ada intervensi, dan
kami juga meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga
kemurnian aspirasi rakyat. Jangan sampai dan jangan ada yang coba-coba
untuk mencemari apa yang diinginkan rakyat pada hari ini.”
14.31 WIB: Pernyataan Megawati:
“Kita
telah menyaksikan proses penghitungan yang tadi telah dinyatakan yang
namanya pasangan Ir H Joko Widodo bersama Haji Jusuf Kalla yang didukung
oleh PDI-Perjuangan, Partai Nasdem, Hanura, PKB, dan PKPI itu telah
dapat dinyatakan sebagai presiden Republik Indonesia tahun 2014. Yang
kita unggul 5,5% meski masih terus berjalan dengan data masuk 81%.
Dengan demikian maka sebagai Ketua Umum yang telah mengusung kedua
beliau ini, saya menyatakan rasa terima kasih yang tak terhingga yang
sudah mempergunakan hak pilihnya dengan baik. Menurut saya ini adalah
suatu fenomena yang sangat monumental karena seperti di luar negeri,
yang namanya rakyat kita di sana, juga telah memberikan hak pilihnya
dengan penuh antusias. Dan begitu juga pada jam-jam TPS di manapun juga,
saya mendapat laporan bahwa mereka terus mengikuti dengan tertib dalam
keadaan bulan puasa. Untuk itu sekali lagi saya mengucapkan beribu
terima kasih kepada rakyat yang telah menggunakan hak pilihnya untuk
Joko Widodo dan Haji Jusuf Kalla. Saya mengucapkan beribu terima kasih
pada media pers yang saya juga melihat begitu antusias. Sampai-sampai
saya sendiri ketawa, karena biasanya mereka sembunyi-sembunyi, tapi kini
menunjukkan sebagai bagian dari kami. Begitu juga dengan para relawan
yang tetap bersemangat. Saya merasa terharu karena kebanyakan dari
mereka adalah anak-anak muda yang datang ke saya menceritakan versinya
masing-masing, karena saya gaptek ya, saya tidak mengikuti apa yang
terjadi online ya. Terima kasih kepada PDIP, simpatisannya. Setelah
berpuasa selama 10 tahun, mudah-mudahan transisi pada Oktober nanti
presiden terpilih akan dilantik. Marilah menjaga 4 bulanan ini.”
14.22 WIB: Data
hitung cepat CSIS-Cyrus yang sudah masuk adalah 85,1%, Prabowo-Hatta
mendapat 47,4% suara dan Jokowi-JK mendapat 52,6%. Di posko pemenangan,
Megawati sudah memulai konferensi persnya.
14.20 WIB: Kini
MetroTV bersiap untuk menayangkan konferensi pers Megawati
Soekarnoputri dari posko pemenangan. Saat ini, menurut hitung cepat
MetroTV, data yang masuk sudah mencapai 76,7%, suara yang diperoleh
Jokowi-JK adalah 52,76% dan Prabowo-Hatta adalah 47,24%.
14.18 WIB: Di
Trans7, politisi PDIP Maruarar Sirait mengatakan, “LSI, Lembaga Survei
Indonesia, CSIS, Cyrus, Kompas, RRI, saya yakin reputasi dari
lembaga-lembaga ini, yakin apa yang tersampaikan di situ, Jakarta aman,
saya cek ke beberapa kota di Indonesia, aman. Berarti SBY bekerja dengan
netral. Penghargaan sekali buat beliau bisa membuat pemilu aman. Saya
yakin besok kita lihat kurs Rupiah akan menguat, dolar akan turun.”
13.48 WIB: Berdasarkan
hitung cepat versi MetroTV, dengan 56,45% sampel suara yang masuk,
Jokowi-JK mendaat 52,23% dan Prabowo-Hatta mendapat 47,77%. SEdangkan
dalam versi Kompas TV dengan sampel suara 60,5%, Jokowi-JK mendapat 54%
dan Prabowo-Hatta 46%.
Akun Twitter resmi SMRC dengan data masuk 53,38% menunjukkan Jokowi-JK mendapat 54,25% suara dan Prabowo-Hatta mendapat 45,75% suara.
13.30 WIB:
Selamat siang pembaca Yahoo! Kami akan melakukan live blog hasil hitung
cepat pemilihan presiden 2014. Sudah 30 menit TPS tutup, proses hitung
cepat pun mulai bisa memasukkan sampel angka dari wilayah Indonesia
bagian barat.
Saat ini, menurut Kompas TV, Jokowi-JK unggul
dengan 55,1% sementara Prabowo-Hatta dengan 44,9%. Sampel suara mereka
yang masuk sudah 24,95%. Sementara itu, akun Twitter resmi Saiful Mujani
Research and Consulting baru saja mengupdate hasil terbaru hitung
cepat. Jokowi-JK dengan 52,7% dan Prabowo-Hatta dengan 47,3%. Sampel
suara yang masuk, 17,65%.
MetroTV juga melaporkan angka hitung cepat, 51,87% buat Jokowi-JK dan 48,13% buat Prabowo-Hatta. Sampel suara yang masuk 25%.